PARADIGMA TAUHIDI MURTADHA MUTHAHHARI

Sumper Mulia Harahap

Abstract


Muthahhari meyakini kebenaran tauhid dan membagi tauhid menjadi dua bagian, yaitu tauhid teoritis (tauhid Dzat Allah) dan tauhid praktis (tauhid Af’al). Keberadaan kedua bagian ini dibuktikannya melalui analisisnya yang komprehensif terhadap keempat macam tauhid yang dikenal ulama Islam sebelumnya, yaitu; Keesaan Dzat, Keesaan Sifat, Keesaan Perbuatan dan Keesaan Ibadah.

Muthahhari menjadikan tauhid Dzat sebagai tahap awal. Karena menurutnya,”pertanyaan pertama kali yang muncul dalam benak seseorang adalah apakah ada sesuatu yang berdiri sendiri yang tidak membutuhkan sesuatu dan dibutuhkan oleh segala sesuatu”. Tetapi secara umum, menyangkut persoalan tauhid Dzat, semua sepakat bahwa Dia tidak memiliki padanan dan sesuatu yang serupa dengannya, dan juga tidak ada suatu apa pun yang berada pada tingkat Dzat-Nya.

 

Murtadha Mutahhari convinced of the truth of monotheism and monotheism divides into two parts, the theoretical monotheism (tawhid Essence of Allah ) and the practical monotheism (tawhid Af'al). The existence of the two parts is demonstrated through a comprehensive analysis of all four kinds of monotheism known Islamic scholars before, namely; Essence oneness, the oneness of nature, Oneness and Unity of Worship Deeds.

Mutahhari make monotheism Essence as the initial stage. Because according to him , " the first question that comes to mind is if there's someone who stands alone something that does not need anything and needed by everything." But in general, concerning the issue of monotheism Essence, all agree that he does not have equivalent and something similar to it , and no one whatever is at the level of His Essence.


Full Text:

PDF

References


Ahmad Amin, Dhuha al-Islam, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Arabi, 1355 H.

Ahmad Rifa’i Hasan, “Manusia Serba Dimensi dalam Pandangan Murtadha Muthahhari”, dalam Insan Kamil (Penyunting: M. Dawam Rahardjo), Jakarta: PT Pustaka Grafitipers, 1987.

Al-Bagdadi, Ushul al-Din, Kairo: Mathba’ah al-Daulah, 1346 H.

Al-Qadhi Abd al-Jabbar, Syarh Ushul al-Khamsah, Tahqiq Abd al-Karim Utsman, Kairo: Maktabah Wahbah, 1384 H.

Al-Syahrastani, Al-Milal wa al-Nihal, Beirut: Dar al-Fikr, tt.

Departemen Agama RI, Ensiklopedi Islam, Jilid III.

Harun Nasution, Teologi Islam, Jakarta: UI Press, 1986.

Husni Zainah dalam bukunya al-‘Aql ‘ind al-Muktazilah, Beirut: Dar al-Afaq al-Jadidah, 1978.

Lorens Bagus, Kamus filsafat, Jakarta: Gramedia, 1996.

Muhammad al-Husain Ali Kasyif al-Ghitha`, Ashl al-Syi’ah wa Ushuluha, Beirut: Muassasah al-A’la li al-Mathbu’at, 1982.

Muhammad Husein al-Thabathaba`i, Al-Mizan fi Tafsir al-Qur`an, Juz 20, Beirut: Mu`assasah al-A’lami li al-Mathbu’at, 1991.

--------, Shi’ite Islam, (terj. Sayid Hossein Nashr), Houston: Free Islamic Literatures, 1984.

Muhammad Quraih Shihab, “Pemikiran Muthahhari di Bidang Teologi”, dalam al-Hikmah, Jurnal Studi-Studi Islam, Vol VII, Bandung: Yayasan Muthahhari, 1992.

Muhammad Ridha al-Muzhaffar, ‘Aqaid al-Imamiyah, Kairo: Mathba’at Nur al-‘Amal, 1381.

Murtadha Muthahhari, Al-‘Adl al-Ilahi, Qum: Dar al-Islamiyah li al-Nasyr, 1981.

---------, Al-Insan wa al-Qadar, Teheran: Markaz I’lam al-Dzikra al-Khamisah li al-Intishar al-Tsawrah al-Islamiyah, 1404 H.

---------, Keadilan Ilahi (terj.: Agus Efendi), Jakarta: Mizan, 1995.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

indexed by:

  

© All rights reserved 2015. STUDI MULTIDISIPLINER : Jurnal Kajian Keislamanan. ISSN : 2355-7850