PEREMPUAN DALAM WACANA AL-QUR’AN

Hasiah Hasiah

Abstract


Pandangan negatif terhadap Islam dan “Dunia Timur” terkadang menggiring seseorang untuk berasumsi jelek tentang perempuan terutama dalam Islam. Sehingga tidak heran apabila ada yang mengatakan bahwa hak-hak perempuan dalam Islam tertindas. Anggapan ini konon diduga berasal dari ajaran Islam itu sendiri yang bersumber dari al-Qur’an. Sedangkan, untuk memahami tentang perempuan mesti diketahui posisi perempuan sebelum Islam. Dalam al-Qur’an kedudukan perempuan dan laki-laki adalah sama karena dari segi asal kejadian atau penciptaan perempuan tidak ada ayat yang dapat memberikan gambaran dengan jelas bahwa perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki yang bengkok. Oleh karena itu laki-laki dan perempuan diciptakan dari jenis yang satu (sama). Sementara itu, Islam juga memberikan hak dan kedudukan yang layak untuk perempuan, seperti hak perempuan dalam beribadah, terhadap pribadinya, dalam pendidikan dan pengajaran, atas harta, atas warisan, dalam perkawinan dan dalam kisas.

 

Negative views about Islam and “the East” sometimes lead one to assume badly of women, especially in Islam. So do not be surprised if there is a saying that the rights of women in Islam oppressed. This assumption is supposedly thought to have come from the teachings of Islam itself derived from the Qur’an. Meanwhile, to understand about women must be know how the position of women before Islam. In the Qur'an the position of women and men are the same as in terms of the origin of events or the creation of woman no verse can illustrate clearly that woman was created from the rib of man bent. Therefore, men and women are created from one type (same). In the meantime, Islam also provides a decent rights and status for women, such as women's rights in worship, against his own, in education and teaching, on property, inheritance, marriage and in retribution.


Full Text:

PDF

References


Ahsin W. al-Hafidz, Kamus Ilmu al-Qur’an, Jakarta: Amzah, 2008.

al-Mahalli, Jalal ad-Din Muhammad Ibn Ahmad dan Jalal ad-Din Abd ar-Rahman Ibn Abi Bakr as-Suyuthi, Tafsir Jalalain: Berikut Asbabun Nuzul Ayat, Bandung: Sinar Baru Algensido, Cet. VII, 2000.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, Cet. I, 1988.

Hamim Ilyas, dkk, Perempuan Tertindas?: Kajian Hadis-hadis “Misoginis”, Yogyakarta: eLSAQ Press, Cet. III, 2008.

Huzaemah Tahido Yanggo, Fikih Perempuan Kontemporer, Jakarta: Ghalia Indonesia, 2010.

Imam Abi al-Fida’ Ismail Ibn Katsir (dikenal Ibnu Kasir), al-Qur’an al-Azhim Beirut: Dar al-Mar’ah,1976.

--------, Kemudahan dari Allah Ringkasan Ibn Tafsir, Jilid I, Jakarta: Gema Insani, 1999.

M. Abdul Karim, Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam, Yogyakarta: Pustaka Book Publisher, 2007.

Mukarram al-Ansyari, Lisan al-Arab, Mesir: Dar al-Mishriyah, [t.th].

Muhammad Quraish Shihab, Wawasan al-Qur’an: Tafsir Maudhu’I atas Pelbagai Persoalan Umat, Bandung: Mizan, 2003.

Muhammad Rasyid Ridha, Tafsir al-Qur’an al-Hakim al-Masyhur bi Tafsir al-Manar , Kairo: Dar al-Manar, Jilid IV, t.th.

Rodiah, dkk, Studi al-Qur’an: Metode dan Konsep, Yogyakarta: eLSAQ Press, 2010.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

indexed by:

  

© All rights reserved 2015. STUDI MULTIDISIPLINER : Jurnal Kajian Keislamanan. ISSN : 2355-7850